Makalah Sepak Bola

Gelandang bertahan dalam skema tiga bek balik mendapatkan tugas yang jauh lebih sederhana, daripada gelandang bertahan di skema empat bek. Untuk kesekian kalinya posisi awal tiga pemain di belakang ternyata amat membantu ketika dalam etapa menyerang. Jika skema empat bek cukup tersiksa dalam fase transisi negatif, perkara serupa tidak dialami akibat skema tiga bek. Jumlah tiga pemain di belakang sangat ideal untuk mendapatkan keseimbangan dalam fase di sini.. Secara sadar ataupun tidak, akhir-akhir ini kita maka akan lebih sering mendapati sebuah tim sedang dalam trouble untuk menyeimbangkan antara fase menyerang dengan fase bertahan.

Kita bisa memadukan dua gelandang serang dengan dua gelandang bertahan untuk melakukan excess di area sentral sekaligus. Dua gelandang serang dalam berada di halfspace jua bisa berfungsi untuk mendelay bola jika tidak mengincar serangan balik cepat. Sesuatu ini akan memberi wingback waktu untuk melakukan recovery gaya untuk kembali naik, sesudah biasanya mereka akan turun cukup jauh ketika bertahan.

Dengan lebih sedikit rédigée yang harus dilalui buat mendapatkan bentuk ini, skema tiga bek bisa bertambah stabil ketika menyusun serangan karena pemain akan jauh cepat berada di gaya masing-masing. Selain itu dengan tidak banyak perubahan posisi, tentunya akan lebih membantu buat menghindarkan pemain dari kebingungan akan sistem bermain. Kalau skema empat bek disyaratkan memindah posisi gelandang tuk mendapatkan bentuk ini, bukan demikian dengan skema tiga bek. Bentuk ini telah didapatkan dari bentuk basis posisi tiga beknya sendiri, tanpa harus dengan menggeser posisi ataupun menambahkan pekerjaan kepada gelandang bertahan. Dalam juga perlu diperhatikan adalah posisi dua pemain pada sisi luar yang berada di halfspace (area masa flank dan tengah).

Jika ternyata area flank yang menjadi kekuatan utama lawan, kita juga bisa menggeser gelandang serang kamu untuk memperkuat area tersebut guna membantu wingback. Motif fleksibilitas tersebut akan sungguh-sungguh kelihatan jika tim selagi dalam fase bertahan.

Peran dua pemain ini dalam variasinya nanti bisa aja menjadi sangat rumit, serupa kompleksitas peran gelandang bertahan dalam skema empat bek. Yang tidak kalah menguntungkan juga adalah eksekusinya yang sangat simpel karena tidak banyak pertukaran posisi.

Dua pemain ini adalah kunci untuk mendapatkan area sirkulasi bola yang lebih luas. Posisi bertahan yang bertambah ketat dilakukan oleh 2 gelandang yang lebih buka kedalam. Sedangkan salah adalah gelandang agak kedepan memberikan 3 striker (lihat peran Firman Utina di harry Nasional Indonesia 2008/09). 4 pemain bertahan memposisikan di dalam bentuk layangan dengan pinggang sempit. Seorang pemain belakang ditengah bertindak sebagai sweeper, orang terakhir yang menghalau, memblok serangan striker musuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *